Dua minggu berlalu sudah dengan cepat, tanpa terasa, tanpa aku sadari, dan selama itupun tak pernah sekali saja kamu bertanya tentang kabarku 😢 tak pernah sekalipun kamu mulai menyapaku lebih dulu, selalu saja aku...iya seperti waktu pertama kali kita saling mengenal. Selalu saja aku yang memulai percakapan, selalu saja aku yang tetap menjaga komunikasi kita agar silahturahmi kita pun tidak terputus.
Kamu.. yang buat aku menjadi begitu sayangnya terhadapmu, tapi kamu juga yang menyingkirkan aku dari hidupmu.
Kamu yang minta aku untuk mencintaimu, tapi kamu juga yang menenggelamkan cinta yang baru saja mulai tumbuh ini.
hari demi hari aku bersabar dengan pengabaianmu, hati ku sakit, perih teriris luka yang baru saja kamu goreskan.
tidak bisakah kamu redam ego dan amarah mu terhadapku?? aku hanya ingin kita kembali bersama, begitu sederhananya keinginanku.
Aku rindu 😢 rindu dengan candaan dan sapaanmu, rindu dengan kata-kata mu yang kadang menyebalkan hingga buat ku jengkel, tapi justru semua itulah yang membuat senyumku kembali mengembang.
Akankah aku sanggup untuk tetap berjalan beriringan denganmu dengan konteks yang berbeda?? Akankah aku sanggup hanya menjadi temanmu?? haruskah aku merasa cukup dengan itu semua tanpa harus meminta lebih?? apa aku sanggup? ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar