Jumat, 05 September 2014

DIENG PLATEAU 4

biaya perjalanan:
1: kereta ekonomi pasar senen-purwokerto @40.000
2: angkot menuju terminal @3000
3: bus menuju wonosobo @30.000
4: angkot menuju dieng @17.000 (usahakan datang sebelum jam 4 sore, tarif biasa cuma 10.000)
5: penginapan @75.000/mlm
6: tour guide + sewa motor @175.000 + 50.000 (untuk guide, karena ada 2org guide)
7: tiket wisata + parkir kurang lebih 50.000

noted: setelah saya rasakan perjalanan ini, kalo boleh saran mending dari jakarta naik kereta (malam) ke jogja, lalu dilanjutkan dengan menggunakan travel menuju wonosobo seharga 60.000 (kena tambahan biaya tergantung barang yang dibawa), minta diturunkan tempat biasa ngetem angkot menuju dieng. dengan berangkat malam dari jakarta jadi sampai di wonosobo masih siang, lebih asik menikmati suasana, tidak apa kalau harus menunggu sebentar di stasiun jogja nya, karena travel yang ke wonosobo berangkat tiap pagi jam genap, 6, 8, 9....

DIENG PLATEAU 3

jam 3.30 pagi aku dan temanku bersiap untuk menuju lokasi pertama untuk melihat sunrise, dimana lagi kalau bukan di gunung sikunir, dengan ditemani dua orang guide kami menuju sikunir dengan situasi jalan yang gelap dan udara dingin yang menusuk tulang, sesampainya ditempat tujuan kami berempat melakukan sholat subuh terlebih dulu, bergantian dengan wisatawan lain.

menuju sikunir ternyata tidak mudah buat orang sepertiku yang hampir tidak pernah berolahraga, berjalan menanjak terasa berat dan melelahkan, dan bisa ditebak hasilnya.. aku lebih sering meminta waktu beristirahat sebentar. setibanya dipuncak ternyata sudah banyak orang, mulai dari anak muda sampai orangtua. sayangnya kabut tebal menghalangi matahari jadi sedikit kecewa tidak bisa melihat sunrise dengan utuh.
turun dari sikunir kami melanjutkan perjalanan menuju telaga warna (yang lagi-lagi harus nanjak) lalu dilanjutkan ke kawah sikidang. siang harinya setelah waktu sholat jumat, kami melanjutkan wisata ke kawah sileri, kawah candradimuka, telaga dringo dan terakhir candi arjuna (satu tempat lagi lupa). malamnya menikmati mie ongklok yang terkenal itu dan bercengkrama dengan orang-orang penginapan, jam 9 malam kami masuk kamar untuk istirahat karena besoknya jam 8 kami sudah harus menuju jogja.

Kamis, 04 September 2014

DIENG PLATEAU 2

Di akhir cerita pertama menuju dieng, aku dan temanku diturunkan ditengah jalan oleh sopir angkot, tapi mereka tidak meninggalkan kami begitu saja, dengan ditemani kenek angkot tersebut kami menunggu angkot lain yang akan membawa kami turun kembali ke wonosobo, lebih tepatnya menuju pasar tempat awal tujuan kami, karena disana masih ada angkot terakhir menuju dieng. si kenek mengembalikan uang kami 30.000 dan yang 10.000 dibayarkan untuk angkot yang menuju pasar. setibanya dipasar kami langsung naik angkot dan dikenakan biaya 17.000/org (karena sudah sore si sopir meminta tarif yang berbeda kepada penumpang tergantung jauh dekatnya tujuan,sepertinya disesuaikan harga bahan bakar).

ada cerita sedih saat kami kembali turun menuju pasar, ditengah perjalanan kami mendengar suara pecahan piring dari luar, dan ternyata ada seorang bapak tukang bakso (entah dorong atau pikul) yang di senggol mobil di belakang kami. semua dagangannya hancur berantakan, tapi yang penting bapak itu selamat, sementara si pengendera langsung melaju kencang menyalip angkot kami. lanjut ke perjalanan menuju dieng, sudah lewat waktu maghrib dan keadaan gelap dengan kabut tebal, tetap dinikmati walaupun sudah lelah, badan lepek dengan keringat dan perut lapar :( . jam 7 malam kalau tidak salah, kami baru sampai di penginapan bu djono, penginapan yang sudah kami booking beberapa minggu sebelum berangkat.

saat memasuki penginapan ada sepasang muda mudi yang sedang menikmati makan malam mereka, dan diruang sebelahnya ada beberapa orang yang sedang menonton tv. kami disambut seorang bapak yang ramah dan langsung menunjukan kamar kami. singkat cerita setelah merapikan diri kami turun untuk makan, ditemani si bapak pengurus penginapan yang menjelaskan biaya wisata di dieng.

DIENG PLATEAU

Dieng... yup tempat ini lah yang jadi tujuan liburan ku bersama teman. kami berangkat dari stasiun pasar senen pada kamis pagi 21 agustus dengan menggunakan kereta ekonomi kutojaya utara (lupa jurusan mana) dan turun di stasiun purwokerto. di dalam kereta kami duduk didepan sepasang suami istri yang sudah cukup berumur, entah sudah memiliki berapa cucu. mereka baik dan ramah, sesekali kami mengobrol dan sesekali juga si bapak melihat kearah sepatu kets ku yang mulai usang dan sedikit robek hehehe. perjalanan menuju purwokerto ditempuh selama kurang lebih enam jam, lumayan pegel buatku terlalu lama duduk karena setahun terakhir ini aku lebih banyak dirumah, yah maklum namanya juga pengangguran :D .

akhirnya kami pun tiba distasiun purwokerto, lalu melanjutkan perjalanan menuju terminal dengan angkot. sesampainya diterminal kami tidak langsung mencari bus yang menuju wonosobo, kami memutuskan untuk makan siang disebuah warteg didalam kawasan terminal dan dilanjutkan dengan sholat dzuhur. setelah selesai baru kami mencari bus dan alhamdulillah dapat bus yang bagus pakai ac pula, tapi tunggu dulu, jangan dikira perjalanan kami ini menyenangkan hanya karena mendapat bus bagus ber-ac. karena permainan calo bus dan kurangnya komunikasi dengan agen (mungkin) maka ini jadi hal yang merugikan penumpang seperti kami. saat sampai di satu kota (lupa namanya) kami yang lagi asik menikmati perjalanan terpaksa terusir dari tempat duduk kami karena pemilik tiket asli sudah naik (aku sama teman ga beli tiket bus,cuma bayar sama calo) jadilah kami duduk disamping pak supir yang sedang bekerja hehehe.

walaupun kondisi didalam bus jadi kurang nyaman tapi tetap berusaha menikmati perjalanan yang ternyata......tegang banget..! ya gimana ga tegang kalau jalanannya berkelok naik turun diantara tebing dan jurang, tapi untungnya pak sopir yang banyak bicara dan lucu membuat keadaan sedikit santai. jam lima sore aku dan teman ku sampai diwonosobo, ternyata kami datang terlalu sore (akibat bus yang terlalu lama ngetem diterminal purwokerto) setelah bertanya kepada seorang bapak dipinggir jalan (lupa waktu itu turun dimana) akhirnya memutuskan untuk naik ojeg ke pasar karena disana ada satu angkot lagi untuk kedieng, tapi tiba-tiba datang angkot dan menawarkan ke kami ... tidak jadi naik ojeg lah akhirnya...tapi eh tapi...ditengah perjalanan sopir angkot tersebut meminta ongkos tambahan, padahal sebelumnya kami sudah membayar 20.000, akhirnya terjadilah perdebatan kecil antara aku dan sopir tersebut yang berujung diturunkannya aku dan teman dipinggir jalan ;( .

refreshing otak

setelah beberapa bulan sebelumnya merencanakan liburan, akhirnya datang juga hari yang ditunggu-tunggu. kamis pagi tepatnya tanggal 21 agustus kemarin, aku dan seorang teman memulai petualangan kami. pergi ke suatu tempat wisata yang selama ini tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. sebuah tempat atau wilayah asing yang menempuh waktu sekitar 12jam perjalanan, lelah? sudah pasti, tapi rasa lelah itu tidak terlalu dirasakan karena kami tahu akan menemui banyak hal menarik ditempat itu.

liburan ini adalah liburan jauh pertama buatku, tempat yang sangat asing. ada rasa takut dan cemas, tapi aku selalu berusaha berpikir positif dan berdoa semoga tidak terjadi hal-hal buruk saat kami berlibur. aku akan berusaha menikmati liburanku agar bisa melepaskan kepenatan yang ada selama ini.