Minggu, 20 September 2015

Rasa

Entah kenapa hal seperti ini harus terulang lagi, apakah aku terlalu bodoh? atau apakah aku tidak percaya diri?... entahlah, yang aku tahu, aku hanya takut. Aku takut kalau aku harus menghadapi sebuah pengkhianatan lagi, tapi justru karena ketakutan ku yang terlalu berlebihan itulah aku kehilangan lagi. tapi, kenapa dengan mudahnya kamu bisa menyingkirkan aku secepat itu dari hati dan pikiran mu. kenapa kamu samakan aku dengan teman-teman yang lain?, setidaknya aku pernah mendapat tempat istimewa dihati mu meskipun hanya tiga bulan saja, tidak berartikah hal itu buatmu?.

Ingin rasanya aku membenci mu, menghempaskan semua rasa tentang mu, tapi aku tidak sanggup untuk itu. aku tidak sanggup membenci mu meskipun terkadang aku teringat kata-kata mu yang menyakitkan. kamu terlalu baik, dan aku terlalu bodoh karena sudah membuat mu terluka. kalau saja bisa, ingin rasanya saat ini juga aku menghampiri mu, memeluk mu dan berkata...maaf kan aku. tapi apa daya ku, aku bahkan tidak punya keberanian itu meskipun aku ingin. Mungkinkah nanti akan ada kesempatan lagi untuk kita bisa bersama? masih bolehkah aku berharap dan bermimpi?. satu permintaan sederhanaku..bisakah kamu tetap menjaga rasa yang masih ada di hati mu itu buat ku, meski rasa itu hanya sebagian kecil dari yang pernah ada, bisakah kamu tetap menjaga hati mu untukku?.

Selasa, 15 September 2015

Masih sayang...?

Masih sayang..? Aaah pertanyaan macam apa itu..apa kamu pikir semudah itu aku bisa melupakan mu? Apa kamu pikir semudah itu aku menyingkirkan perasaan ku terhadapmu? ya meskipun ada sedikit rasa sakit hati ku terhadapmu, tapi rasa sayangku jauh lebih besar hingga mampu menenggelamkan sakit hati itu. lalu..bagaimana dengan kamu? bagaimana perasaan mu terhadapku? bukankah kamu pernah bilang "tidak usah membahas perasaan, biarkan mengalir saja". jujur aku tak mengerti..aku bingung mengartikan kata-kata itu, sumpah..aku dilema.
Apa pernah sekali saja kamu merindukan aku? ataukah semua rasa itu telah benar-benar hilang..entahlah, aku hanya bisa menebak-nebak saja. Aku tidak kehilangan kamu sepenuhnya memang, karena kamu juga tidak benar-benar pergi, maaf jika saat kita bersama, aku terlalu cemburu, aku terlihat posesif, tapi yakinlah bahwa yang aku rasakan terhadapmu lebih tulus dari yang bisa kamu bayangkan.
masih sayang?? iya..aku masih dan akan tetap menyayangi mu, bahkan bulir-bulir cinta sudah mulai tumbuh di hatiku.tak akan ada orang lain yang bisa masuk kedalam hati ini, tahu kenapa? karena aku sudah memblokirnya, karena hati ini hanya untuk mu. Terserah apa katamu, bahkan jika kamu memintaku untuk pergi jauh dari hidup mu dan melupakanmu, rasa yang ku miliki akan tetap sama, hingga aku benar-benar lelah menunggu.
Masih sayang? ... iya AKU SAYANG KAMU my lovely "E" .

Senin, 14 September 2015

Sebenci itukah?

Dear kamu... iya kamu, kamu yang aku sayangi dengan tulus, kamu yang mulai aku cintai, kamu yang aku pertahankan dan perjuangkan.. aku punya satu pertanyaan untuk mu.. sebenci itukah dirimu padaku?? semudah dan secepat itukah kamu lupakan aku??
Tiga bulan, iya baru tiga bulan memang kita memulai kisah kita, kita yang terpisahkan oleh jarak juga baru beberapa kali bertemu, tapi entah kenapa perasaan ku terlalu besar dan sangat dalam buatmu. tiga bulan, harusnya dalam fase ini hubungan kita sedang hangat-hangatnya, harusnya dalam fase ini kita sedang sama-sama menggali lebih dalam lagi tentang kita satu sama lain. apa yang aku suka dan kamu suka, apa yang aku tidak suka dan kamu tidak suka. harusnya dalam fase ini kita sedang bahagia dan saling merindukan, tapi kenyataan berkata lain.. tiga bulan, dan buatku banyak hal yang tidak kamu ungkapkan tentang perasaan mu hingga mungkin buat mu terlalu jenuh.
Apa kamu sebenci itu terhadapku?? ataukah memang aku yang terlalu bodoh, bodoh karena masih mengharapkan mu, bodoh karena masih saja menunggu sapaan hangatmu setiap hari? entahlah.. yang aku tahu, aku hanya terlalu menyayangimu, aku terlalu merindukan mu. Pengabaian mu sungguh membuat hati ku semakin perih, semakin terluka, dan aku semakin bersedih. bahkan ada saat dimana tiba-tiba air mata jatuh tanpa aku sadari. Sebenci itukah kamu? hingga buat mu seolah aku tidak pernah ada, seolah aku tak kasat mata. Aah sudah lah, apa dayaku.. aku hanya bisa menjaga mu dalam doa-doaku di ujung sajadahku, aku...terlalu rindu.

Pengabaian dan kesabaran ku

Dua minggu berlalu sudah dengan cepat, tanpa terasa, tanpa aku sadari, dan selama itupun tak pernah sekali saja kamu bertanya tentang kabarku 😢  tak pernah sekalipun kamu mulai menyapaku lebih dulu, selalu saja aku...iya seperti waktu pertama kali kita saling mengenal. Selalu saja aku yang memulai percakapan, selalu saja aku yang tetap menjaga komunikasi kita agar silahturahmi kita pun tidak terputus.

Kamu.. yang buat aku menjadi begitu sayangnya terhadapmu, tapi kamu juga yang menyingkirkan aku dari hidupmu.
Kamu yang minta aku untuk mencintaimu, tapi kamu juga yang menenggelamkan cinta yang baru saja mulai tumbuh ini.
hari demi hari aku bersabar dengan pengabaianmu, hati ku sakit, perih teriris luka yang baru saja kamu goreskan.
tidak bisakah kamu redam ego dan amarah mu terhadapku?? aku hanya ingin kita kembali bersama, begitu sederhananya keinginanku.

Aku rindu 😢 rindu dengan candaan dan sapaanmu, rindu dengan kata-kata mu yang kadang menyebalkan hingga buat ku jengkel, tapi justru semua itulah yang membuat senyumku kembali mengembang.
Akankah aku sanggup untuk tetap berjalan beriringan denganmu dengan konteks yang berbeda?? Akankah aku sanggup hanya menjadi temanmu?? haruskah aku merasa cukup dengan itu semua tanpa harus meminta lebih?? apa aku sanggup? ...

Teman baru

selama ini pakai media sosial hanya untuk berteman dengan lingkungan sekitar aja, sama sekali engga kepikiran buat search suatu komunitas atau apalah apalah itu 😁 sampai pada satu ketika gw iseng stalking media sosial teman gw, dan dia ternyata bergabung dalam satu grup atau komunitas tertentu di media sosial itu. singkat cerita gw juga ikutan gabung, dan memberanikan diri untuk kenal dengan orang-orang baru yang sebelumnya ga pernah ditemui. Dan dari situ gw gabung dalam satu grup chatting yang isinya orang-orang dari berbagai penjuru kota, mereka sekarang bukan cuma teman biasa buat gw..tapi seperti keluarga kedua 😚

bukan hanya di komunitas itu aja sih teman-teman baru gw, ada satu grup chatting lagi..awalnya gw cuma kenal satu orang aja dari media sosial..sering ngobrol ngalor ngidul, curhat ga jelas dan ngerasa banyak kesamaan, jadi gw klop sama orang ini. foto-foto liburan dia bikin gw ngiri sumpah ga pake bohong ✌ setelah dua tahun berjalan akhirnya ada kesempatan buat gw liburan bareng dia, gw bawa teman-teman gw dan dia bawa teman-temannya...ga nyangka kita semua yang sebagian besar belom pernah ketemu bisa akrab langsung, kaya udah kenal bertahun-tahun. Dan bukan hanya itu...ada beberapa teman baru lagi yang ga sengaja ketemu waktu gw liburan sok-sok an jadi anak gunung 😁 iya gw pergi atau lebih tepatnya gw balik lagi ke dieng-wonosobo cuma buat naik gunung. Gunung prau dengan ketinggian 2565mdpl, gunung yang direkomendasikan tour guide gw tahun lalu waktu gw ke prau.

Intinya...hidup gw jadi lebih berwarna tahun ini. kenal dengan orang-orang baru, dengan gaya berbeda, sifat berbeda tapi punya hobby yang sama. Terimakasih Tuhan hidup ku asik 😊😚

Minggu, 13 September 2015

KAMU

Hei kamu... tahu kah kamu, bahwa mungkin saja aku yang pertama kali jatuh cinta padamu, aku selalu tersenyum dengan kehadiranmu di sela-sela percakapan dengan teman-teman lain di grup chatting..aku juga selalu tersenyum saat kamu memamerkan foto-foto perjalanan kamu. entah mulai kapan, tapi aku semakin ingin tahu tentang mu, aku mulai mengirimkan permintaan pertemanan di media sosialmu, bahkan setelahnya aku jadi sangat rajin menstalking mu, aku selalu berusaha memulai percakapan lebih dulu dengan mu, tapi tanpa disadari ada saja kejadian-kejadian yang tak harus membuat otakku berpikir keras tiap kali ingin berbincang dengan mu. Aaaah kamu.. kamu yang tiba-tiba saja dikirim kan Tuhan untukku..kamu yang sudah menimbulkan kembali senyuman ku yang telah lama tenggelam dalam luka, iya...kamu.